14 July 2026
Admin Padukuhan
18x dibaca
JAMASAN KERIS ATAU PUSAKA DI BULAN SURO
Jamasan keris atau pusaka oleh pak Subarno
Gangsalan, 14 Juli 2026 – Dalam rangka melestarikan warisan budaya leluhur Jawa, Bapak Subarno melaksanakan prosesi jamasan keris sebagai bentuk perawatan sekaligus penghormatan terhadap benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh Bapak Romawan Dwianto, Ketua Deswita dan selaku Dukuh Padukuhan Nglindur Kulon Kalurahan Nglindur. Kehadiran beliau merupakan bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Prosesi jamasan dilakukan dengan membersihkan keris menggunakan bahan-bahan tradisional sesuai adat yang berlaku. Tradisi ini bukan sekadar membersihkan pusaka secara fisik, tetapi juga mengandung makna filosofi sebagai simbol penyucian diri, rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Romawan Dwianto menyampaikan apresiasi kepada Bapak Subarno atas komitmennya dalam menjaga kelestarian budaya Jawa. Beliau berharap tradisi seperti jamasan keris dapat terus dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Melalui kegiatan ini diharapkan semangat untuk mencintai, merawat, dan melestarikan warisan budaya Nusantara semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kembali ke Berita